Masa Lalu Memiliki Bukti di Gua Sriti

Mempelajari peristiwa sejarah akan semakin lengkap jika bisa mengunjungi lokasi dimana peristiwa tersebut terjadi. Selain untuk lebih memperdalam pengetahuan, mengunjungi lokasi sejarah memiliki sensasi tersendiri bagi para pengunjung. Hal tersebut bisa dirasakan bagi siapa saja yang mengunjungi Gua Sriti di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Gua Sriti menjadi salah satu destinasi wisata gua di Yogyakarta.

Gua Sriti bisa ditempuh dengan melintasi jarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta ke lokasinya yang terletak di Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh. Jika dibandingkan dengan pilihan wisata gua lain yang ada di Yogyakarta, Gua Sriti cenderung sepi peminat. Bahkan ketika liburan pun, pengunjung yang datang tidak lebih dari 50 orang. Tidak dapat dipungkiri, destinasi wisata yang hanya menawarkan pengalaman sejarah belum banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat.

Namun, bukan berarti Gua Sriti tidak layak dikunjungi. Pengunjung bisa belajar tentang salah satu peristiwa sejarah yang kemungkinan sudah banyak diketahui orang. Gua Sriti merupakan tempat persembunyian kedua Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya. Tempat persembunyian pertama berada di Gua Selarong Bantul. Jika memiliki waktu yang cukup luang, pengunjung bisa mengunjungi keduanya secara berurutan.

Jika Gua Selarong digunakan Pangeran Diponegoro saat awal perang gerilya dilaksankan, Gua Sriti digunakan sebelum usainya perang dan berakhir dengan penangkapan Pangeran Diponegoro secara licik oleh pasukan Belanda. Ketika mengunjungi Gua Sriti, akan lebih baik jika ditemani oleh pemandu wisata atau juru kunci. Mereka akan membantu pengunjung untuk menjelaskan lebih detail dari setiap bagian yang ada dalam gua.

Seperti kebanyakan gua, Gua Sriti juga menawarkan keindahan stalaktit dan stalagmit yang ada. Selain itu, karena berada di daerah Pegunungan Menoreh, pengunjung bisa menikmati keindahan pemandangan yang membentang. Swafoto merupakan hal wajib yang dilakukan pengunjung untuk mengabadikan momen ketika berkunjung ke Gua Sriti.

Seperti yang telah dijelaskan, sepinya peminat bukan berati membuat pengelola diam di tempat. Perlu adanya pengembangan fasilitas dan penawaran yang sekiranya bisa diberlakukan di Gua Sriti. Tentu saja pelaksanaan hal tersebut dengan tetap menjaga keaslian sejarah yang ada. Selain itu, pengelola juga sebaiknya memberikan lebih banyak promosi agar destinasi wisata Gua Sriti tidak mati dan kehidupan sejarah tetap abadi.