Belajar Pewayangan di Gua Kiskendo Kulon Progo

Gua Kiskendo di Kulonprogo menjadi salah satu destinasi wisata gua di Yogyakarta yang harus dikunjungi. Apalagi bagi masyarakat yang senang dengan cerita pewayangan, Gua Kiskendo memiliki cerita yang menakjubkan. Terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Gua Kiskendo siap menawarkan sensasi yang berbeda bagi para wisatawan.

Hal yang menarik perhatian wisatawan bisa langsung dilihat ketika sampai di mulut gua. Ada sebuah relief atau lukisan pada dinding yang menceritakan petarungan antara kakak beradik Mahesura-Lembu Sura seta Subhali-Sugriwa. Gua Kiskendo merupakan tempat bertarungnya 2 kakak beradik tersebut. Menurut mitos, Mahesura dan Lembu Sura merupakan raksasa. Suatu hari Mahesura ingin mempersunting Dewi Tara dari kahyangan. Seluruh dewa menolak pinangan tersebut.

Tidak terima, Mahesura dan Lembu Sura menghancurkan kahyangan. Setelah itu, para dewa bermusyawarah untuk membawa kembali Dewi Tara ke Kahyangan. Diputuskan bahwa Subali yang akan bertarung dengan pasangan raksasa tersebut. Ditemani adiknya, Sugriwa, Subali berangkat ke Gua Kiskendo dan mengalahkan Mahesura dan Lembu Sura.

Terlepasa dari mitos yang dipercaya hingga saat ini, gua yang disakralkan oleh masyarakat setempat tetap bisa dinikmati dari bentuk bangunannya. Seperti gua lain, ada stalakmit dan stalagtit yang menghiasi isi gua. Pengunjung juga tidak perlu khawatir ketika masuk dalam gua karena jalan telah dielola dengan baik oleh penduduk setempat.

Pengunjung bisa menyewa pemandu yang ada di lokasi untuk menjelaskan lebih rinci mengenai berbagai macam ruang yang ada di Gua Kiskendo. Gua Kiskendo yang ditemukan pad 1825 berasal dari akronim kikisan Kedu lan Jogja yang berarti perbatasan Kedu dan Jogja. Hal menarik lainnya adalah, di tengah perjalanan dalam gua ini, pengunjung akan menemukan kendi yang berisi air bersih yang menetes dari stalaktit yang ada. Air dalam kendi tersebut bisa langsung diminum oleh para pengunjung.

Jangan lupa untuk membawa senter atau head lamp ketika menyusuri gua ini karena walaupun sudah ada penerangan yang terpasang, tetap saja terasa gelap. Panjang gua yang mencapai 1 kilometer tidak terasa melelahkan karena udara sejuk Pegunungan Menoreh. Setelah menapaki isi gua, pengunjung bisa istirahat di taman dan tempat bermain yang telah disediakan. Lahan sekitar Gua Kiskendo juga biasa digunakan untuk outbond dan kemah bagi para pengunjung. Semua keindahan dan fasilitas yang disediakan pengelola bisa dinikamti oleh pengunjung dengan hanya mengeluarkan biaya sebesar lima ribu rupiah per orang.