Belajar Peristiwa Kuno dari Gua Rancang Kencono

Memperlajari sejarah bisa dari mana saja. Termasuk dari Gua Rancang Kencono di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, tepatnya di Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Salah satu wisata gua di Yogyakarta ini mengandung nilai sejarah yang bisa dipelajari, baik oleh anak-anak ataupun orang dewasa.

Gua Rancang Kencono bisa ditempuh selama kurang lebih dua jam dari pusat kota Yogyakarta. Tidak perlu bingung menuju gua ini karena sudah banyak penanda yang dipasang sepasang jalan. Selain itu jika ingin lebih mudah bisa menggunakan bantuan teknologi seperti Google Maps atau Waze. Sampai di lokasi, pengunjung disambut oleh gagahnya Pohon Klumpit raksasa yang telah berusia lebih dari dua abad.

Pohon Klumpit terletak di tengah Gua Rancang Kencono. Pengunjung bisa menuruni anak tangga dari batu untuk dapat masuk di tanah lapang seluas 20 x 20 meter persegi dengan tinggi 12 meter. Dari sinilah nama Gua Rancang Kencono terbentuk. Konon katanya, di tempat ini para Laskar Mataram membuat rencana untuk mengusir penjajah Belanda dari tanah Yogyakarta. Hal tersebut juga dibuktikan dengan adanya arca yang ditemukan di dalam Gua Rancang Kencono.

Ada beberapa ruang yang bisa ditemukan di dalam Gua Rancang Kencono. Ruang pertama adalah tanah lapang yang telah disebutkan. Sekarang ini, lapangan tersebut difungsikan sebagai lahan berkemah atau camping. Pengunjung hanya perlu menghubungi pengurus setempat untuk mendapatkan izin. Selanjutnya ada ruang lain yang lebih kecil.

Ruang inilah yang menjadi tempat dimana arca bukti asal-usul nama Rancang Kencono ditemukan. Ruang lainnya juga berisi barang peninggaan berupa prasasti. Prasasti tersebut dinamakan Prasetya Bhinekaku yang berisi banya doa untuk tanah air serta janji setia untuk berbakti kepada ibu pertiwi yang dibagi menjadi 12 poin.

Setelah puas menjelajahi tiga ruang Gua Rancang Kencono, pengunjung bisa memasuki lorong lain yang menghubungkan dengan aliran Sungai Oya. Di salah satu sisi sungai ini terdapat air terjun yang cukup terkenal bernama Air Terjun Sri Gethuk atau yang juga dikenal dengan sebutan Slempret atau Sompret. Hal yang menjadikan Air Terjun Sri Gethuk istimewa adalah airnya yang terus mengalir walaupun saat musim kemarau sekalipun.

Selain menikmati keindahan air terjun, pengunjung juga bisa menjajal cliff jumping, body rafting, river tubing dan canyoning dengan fasilitas yang telah disediakan. Pengunjung hanya perlu mengeluarkan dana sebesar 35 ribu rupiah untuk bisa menikmati 2 lokasi wisata alam yang hanya dipisahkan jarak sejauh satu kilometer.